Cara Setting & Mengoptimalkan Emulator Tencent Gaming Buddy Agar Tidak Lag

December 31, 2021 Teknologi  No comments

Namun, fps sebesar 60 Hz rasanya sudah cukup jika menggunakan platform mobile saja. TXAA adalah bentuk temporal anti-aliasing yang menggunakan data dari beberapa frame. TXAA berfokus pada peningkatan tampilan objek bergerak dan memiliki dampak performa yang bervariasi. MSAA (Multi-Sample Anti-Aliasing) adalah salah satu teknik yang melakukan ini dengan mendeteksi sudut dan memperhalusnya.

Perlu diingat, Anda mungkin memiliki satu lagi “bonus” antivirus yang tidak disadari. Antivirus tersebut juga memiliki pengaturan yang sangat terbatas, dan tidak ada yang begitu sesuai untuk para gamer. Aplikasi apa pun yang bersaing sumber daya dengan game dapat menimbulkan kelambatan yang luar biasa. Untuk itu, menutup semua jendela peramban, aplikasi obrolan yang tidak dibutuhkan, dan segala sesuatu yang tidak terkait dengan sistem game akan sangat membantu.

laptop gaming fps drop

Dalam bentuk sejati TUF, setiap tombol cukup tahan lama untuk menahan lebih dari 20 juta tekanan untuk keandalan dan presisi jangka panjang yang luar biasa. MSI Bravo 15 adalah salah satu opsi yang wajib dipertimbangkan oleh gamer dengan dana terbatas. Dari segi harga masih terbilang kompetitif, dan performa gaming yang ditawarkannya pun cukup bisa diandalkan. Sebagai laptop gaming, MSI Bravo 15 tampil dengan dimensi yang lumayan bongsor. Untuk dibawa bepergian sesungguhnya masih cukup ideal, asalkan Anda menggunakan tas punggung yang nyaman sehingga tidak bikin pundak cepat pegal. Kapasitas baterai 80W di Legion 5i Pro mampu bertahan sekitar 5 jam dengan aktivitas menonton YouTube nonstop.

Processor yang cukup kuat ini mampu melakukan proses yang tinggi secara optimal. Processor Hexa-core ini diunggulkan dalam process rendering maupun gaming. Di game umum seperti PUBG PC, secara keseluruhan pengguna memang mendapatkan FPS yang baik,- di atas 45 FPS overall. Tapi seringkali FPS drop hingga menghadirkan visual yang choppy. Tombol power terpisah, dan 4 dedicated button yang posisinya cukup strategis di kiri atas. Tak hanya kelihatannya, konfigurasi sasis GA502 ini memang solid.

Atau setidaknya, sudah memenuhi kriteria minimum yang sudah ditentukan oleh game tersebut. Dan ini bukan hanya berlaku untuk game yang dijalankan pada smartphone, tetapi juga pada laptop ataupun PC. Memainkan game di laptop memang bagus ketika sambil di-charge, tapi lama-kelamaan suhu CPU laptop akan mulai memanas dan mengakibatkan stuttering atau FPS drop. Untuk laptop gaming, mungkin ini tidak menjadi masalah karena biasanya memiliki cooling fan ganda, tapi untuk laptop biasa pastinya butuh alat pendingin tambahan.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>